Lidinews.id – Seiring dengan perkembangan zaman, baik dalam bidang teknologi, transportasi, dan internet. Dengan adanya perkembangan teknologi ini semakin memudahkan kita untuk menggali informasi ataupun menyampaiakan aspirasi. Salah satunya adalah media sosial , peran media sosial saat ini memiliki arti penting bagi setiap orang.Salah satunya dibidang komunikasi politik, baik bagi pemerintah, dan politikus. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah serentak dibeberapa daerah, dan juga pemilihan legislatif.

Tidak bisa dipugkiri bahwa media massa juga seringkali menjadi lahan kompetisi bagi para kandidat yang terlibat dalam pencalonan untuk bisa menjadikannya alat dalam marketing politik.Kontestasi politik akhir-akhir ini selalu menempatkan media sosial sebagai salah satu perangkat kampanye. Dapat dipastikan semua kontestan yang maju di pemilu kali ini menggunakan media sosial sebagai instrumen elektoral. Tidak jarang, beberapa di antaranya dengan sadar melakukan kampanye negatif dan menyebarkan berita bohong atau hoaks melalui media sosial.

Jelas bahwa dengan kondisi di atas, informasi akan sampai dengan mudah ke tiap-tiap individu melalui dunia maya. Hal itu yang kemudian sering dijadikan sebagai ‘arena perjuangan’ politik. Lebih dari itu, pemilih potensial pada pemilu kali ini ialah generasi milenial yang notabenenya sangat akrab dengan dunia internet. Artinya, keadaan ini akan meningkatkan fenomena disinformasi di tataran akar rumput.

Yang menjadi kekhawatiran terbesar di era post-truth-politics dewasa ini ialah ketika elite partai politik dan media massa memainkan ketidakbenaran informasi untuk dikonsumsi dan atau diperdebatkan masyarakat awam.

Moderasi dan pembatasan iklan politik memang menjadi langkah baru yang layak dipertimbangkan. Namun, kunci dari demokrasi digital adalah warganet yang beradab (civilized netizen). Seperti halnya kunci demokrasi adalah warga yang baik (good citizen) sebagai basis civil society.

Sebaik apa pun regulasi medsos oleh pemerintah dan pemilik platform, jika warganet mudah terhasut, apa daya. Politik medsos adalah perihal kepentingan politisi untuk menggapai dan melanggengkan kekuasaan. Segala cara dilakukan, termasuk menggiring opini melalui hasutan.

Oleh : Rita Seftiandani (Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Pea Prodi Ilmu Pemerintahan)

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.