Aku menikmati secangkir kopi

Pada setiap malam di atas bumiku.

Aku menikmati pahitnya kopi di atas rinduku

Aku menikmati dengan cahaya bulan memancar duniaku

Kopiku memang pahit

Tetapi memberiku kenikmatan.. Cinta.. dan perasaan nyaman

Tidak seperti gulalinya.. Manis akan tetapi memberi rasa dan cinta ironis

Aku berimajinasi.. Cintaku seperti kopiku

Pahit diawalnya tetapi nikmat pada akhirnya

Cintaku sakit di awalnya tetapi bahagia di akhirnya

Kopiku tidak pernah memilih siapa saja yang bisa menikmatinya

Karena dia sama untuk setiap porsinya

Sama seperti cintaku.. Yang tidak memilih kepada siapa pergi

Karena cintaku ada pada orang yang iklas memahaminya

Ada hitam yang melukiskan pahitnya kopiku

Tetapi… ada kenikmatan yang melukiskan rasa kopiku.

Ada tangisan melukiskan sedihnya cintaku

Tetapi.. Ada tawa melukiskan indahnya cintaku.

Ini lah aku dan kopiku.

 

Penulis:

Arkemo Damanik

Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian

Fakultas Pertanian

Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

Editor:

Darmawijaya Naibaho

Share to

By Darma Wijaya

Mahasiswa