Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan, Sofyanto Torau

Sulsel, Makassar, Lidinews.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyanto Torau mengecam dan mengutuk keras aksi penembakan dua guru asal Toraja di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu sangat tidak manusiawi mengingat profesi Guru sangat penting bagi keberlangsungan Kehidupan bangsa dimasa depan,” ungkap Sofyanto Torau, Rabu (14/04/2021).

Lanjutnya, DPD GMNI Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengutuk keras atas kejadian itu, kita berharap pihak TNI dan Polri bisa segera meredam dan mencari pelaku yang menembak dua Guru asal Toraja Sulsel itu.

“Atas nama keluarga besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sulawesi Selatan kami ucapkan turut berdukacita yang mendalam, semoga situasi Papua tetap aman dan kondusif dari serangan teror KKB,” pungkasnya

Sebagai informasi, dua guru yang jadi korban keganasan KKB bernama Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden. Sehari-hari, Oktovianus mengajar mata pelajaran Seni Budaya dan Agama di SD Kelmabet, Distrik Beoga.

Ia tewas ditembak saat menjaga kios jualannya, Kamis 8 April 2021. Saat ini jenazah Oktovianus sudah berada di rumah duka di Dusun Pebulian, Lembang Sa’dan Pebulian, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara.

Sedangkan Yonathan Renden mengajar di SMP Beoga. Yonathan atau Nathan tewas tertembak saat hendak menutupi jenazah Oktovianus Rayo pada Jumat 9 April 2021.

Saat ini jenazah almarhum Yonathan telah dimakamkan. Proses pemakaman yang dilakukan secara adat itu digelar di Tongkonan Ra’be Tiromanda, Lembang atau Desa Batu Limbong, Kecamatan Bangkelekila, Rabu (14/4/2021).

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.