Penulis: Adrian Silaban

Ketua Komisariat karateker Pondok Meja GmnI-Jambi

Lidinews.id – Korupsi dinilai sebagai penyakit akut negeri ini sepanjang masa orde baru. Oleh Karena itu salah satu agenda reformasi adalah pentingnya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme secara masif.

Berbagai upaya strategis pun telah dilakukan sejak reformasi bergulir tahun 1998 silam. Hasilnya, pemberantasan korupsi dapat dikatakan telah berhasil meskipun masih banyak pekerjaan rumah, termasuk dinamika yang muncul dalam upaya pemberanatasan korupsi, baik itu dari aspek regulasi, kelembagaan dan aspek lain yang mendukung pemberantasan korupsi tersebut.

Tetapi masih banyak oknum yang kurang setuju dengan cara kerja KPK,kita dapat melihat satu dekade terakhir banyak cara dilakukan untuk melemahkan KPK mulai dar revisi Undang-Undang KPK, kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan yang terbaru adalah peralihan kepegawaian KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Saya menilai tentang soal beberapa pegawai KPK yang dikenal berintegritas tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN), menurut saya salah satu bagian dari upaya pelemahan KPK.

Dan banyak pegawai KPK yang dilepas semena-mena melalui Test Wawasan Kebangsaan (TWK) salah satunya adalah penyidik senior KPK Yaitu Novel Baswedan yang telah mengorbankan sebelah matanya dan mempertaruhkan nyawanya demi memberantas Korupsi di bangsa ini.

Padahal kita bisa lihat kondisi sekarang KPK sedang dihadapkan harus fokus untuk memberantas kasus-kasus korupsi besar salah satunya kasus korupsi dana bantuan covid19.

Jikalau KPK masih dihadapkan dengan masalah seperti ini kapan korupsi akan siap dari Indonesia, memang betul korupsi akan sulit hilang total dari Indonesia tapi setidaknya berkurang banyak supaya ekonomi Indonesia semakin baik, dan investor-investor asing tidak panjang lagi berpikir untuk menginvestasikan uang di Indonesia.

Yang kita ketahui bersamaa jika KPK semakin dilemahkan kasus korupsi di Indonesia akan semakin merajalela dan Indonesia tidak akan pernah mengenal yang namanya negara maju, Apakah kita sebagai mahasiswa yang dikatakan garda terdepan mau melihat bangsa kita ini tetap negara berkembang? apakah kita tidak mau bangsa kita ini bangsa yang maju?

Saya sebagai mahasiswa mengajak seluruh mahasiswa untuk memberikan aspirasinya kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab bahwasanya tidak setuju dengan keputusan ini!
Hidup Mahasiswa!!!!

Share to
3 thoughts on “Hari Demi Hari KPK Makin Lemah! Apakah Ini Akhir Cerita KPK Selama Ini?”
  1. Izin komentar sedikit saudara Andrian, maksud dari pegawai KPK yang dilepas semena-mena melalui Tes Wawasan Kebangsaan itu seperti apa? Dan apakah pemikiran Anggota/Pegawai KPK itu harus dilihat dari TWK nya ??

  2. Salam sehat saudaraku ,saya sangat mendukung tindakan” seperti ini yaitu untuk memberantas korupsi di Indonesia .
    Tapi untuk melakukan hal tersebut kita harus pastikan diri kita tidak melakukan hal yang seperti tu dibagian mana pun.
    Terimakasih

  3. Saya juga sangat mengapresiasi kinerja KPK selama ini. 85% saya se7 terhadap bung, karena semua butuh proses dan tidak mudah memberantas tikus rupiah dimata hukum. Bagi saya KPK telah seoptimal mungkin melakukan penangkapan terhadap pejabat negara sampai dengan oknum swasta yg memperalat negara sebagai sumber korupsi. Kalaupun ada oknum yg menjadi perusak di internal KPK, itu bukan berarti KPK tidak berhasil dalam menjalan fungsi dan tujuan sebagai penegak hukum negara. Semua ada proses dalam menjalankan visi dan misi suatu kelembagaan. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 ini mengatur perubahan peraturan terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini menjadi pertimbangan bagi kita dalam melihat kinerja KPK.
    Sekali lagi, saya mengapresiasi kinerja KPK kepada negara. Terimakasih ūüĎć

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.