Nias, Lidinews.idDPC GMNI Gunungsitoli-Nias kembali menangih janji pemerintah kabupaten Nias, Bupati, DPRD kabupaten Nias yang memang sampai detik ini tidak ada ujungnya.

Di mata publik khususnya kepeluan Nias melihat rumah sakit umum Gunungsitoli yang di ganti namanya barusan RSUD dr. Thomson yang memang di harapkan jadi bagian terpenting untuk pengobatan di kepulauan Nias.

Selama padenmi melanda negera ini khususnya kepulauan Nias yang memang peran penting dari rumah sakit itu di butuhkan justru membuat sebuah cerita buruk di mata publik khususnya kepulauan Nias.

Sampai hari ini dan detik ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan pelanyanan di RSUD dr. Thomson itu baik setelah atau sebelum covid 19 melanda.

“Kita tidak tau apakah Corona masih ada di Nias atau tidak apakah hilang sekejap saja,” ungkapnya.

Sejak DPC GMNI Gunungsitoli-Nias melaksanakan aksi yang pada bulan November yang lalu dan juga melakukan Ruang Dengar Pendapat kepada DPRD kabupaten Nias untuk tuntutan dan juga aspirasi bersama masyarakat dapat terwujud.

“Pada Bulan Desember tahun 2020 kami DPC GMNI Gunungsitoli-Nias telah melakukan RDP dengan pemerintah, DPRD kabupaten Nias serta Dirut RSUD waktu itu dan menyampaikan untuk mengevaluasi kinerja rumah sakit, kemudian membentuk pansus dan beberapa memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pelanyan yang lebih baik,” jelasnya.

Namun sampai detik ini belum ada realisasi sama sekali bahwa kan ini pun tidak mampu di jawab oleh pihak pemerintah dan juga legislatif, apakah mereka takut dengan Dirut RSUD atau apa alasan lain.

“Kami sudah berikan waktu sudah mau tiga bulan, bahkan kita sudah sampai surat kepada pemerintah namun kami kurang paham apakah senagaja di abaikan atau memang pihak rumah sakit ini sudah benar semua.

“Jika memang hal ini tidak mampu di jawab oleh pemerintah dan DPRD kabupaten Nias maka kemungkinan kami akan kembali turun jalan karena hal ini menyangkut hajat orang banyak,” tutupnya.

Kontributor: Paulus

Share to