URGENSI SPIRIT PENDIDIKAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Oleh: Elfi Nola Tumangger|Mahasiswa Fakultas Hukum|Anggota DPC GMNI Jambi

 

Salam Semangat!

Sebagaimana kita ketahui bersama, pandemi Covid-19 semakin merajalela di tengah masyarakat dan meneror dunia tanpa ada tanda akan berhenti secara permanen. Jutaan kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia terkhusus di Indonesia.

Akhir-akhir ini kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan serta melakukan social distancing bisa dikatakan sudah lebih membaik dari sebelumnya walau tak bisa dipungkiri masih banyak juga yang melanggar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kasus yang semakin hari banyaknya masyarakat yang telah dinyatakan positif terkena Virus Corona Covid-19. Lain halnya tentang obat maupun bagaimana menanggulangi virus tersebut secara langsung. Hal ini jauh dari harapan membuat masyarakat semakin resah dan gelisah akan virus ini. Di lain sisi, hingga saat ini vaksin untuk menghilangkan Virus Corona Covid-19 belum dapat ditemukan secara detail diseluruh dunia. Semua berharap, semoga wabah ini akan segera berlalu dan berkesudahan.

Namun dibalik itu, kita harus mengambil hikmat dalam proses untuk upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan adanya kebijakan tidak memperbolehkan pembelajaran secara tatap muka atas ijin dari pemerintah. Kita seharusnya membuat kesempatan ini menjadi kesempatan yang berharga untuk mengobarkan semangat melalui pendidikan belajar lebih produktif dan efektif secara mandiri di rumah. Sebab apabila kita meninjau sistem pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan jauh hari, memang lebih relevan di kalangan pelajar maupun mahasiswa.

Tapi saat ini karena keadaan tidak mendukung, sehingga sistem pendidikan sangat berbeda dari biasanya yang dilakukan secara online. Dengan mengajarkan kita untuk lebih melek dan harus mengikuti perkembangan zaman melalui media sosial/aplikasi jejarimg sosial lainnya.

Keadaan dan sistem pendidikan saat inilah yang mendorong dan memotivasi kita sebagai Generasi milenial atau lebih dikenal generasi Y, generasi digital atau generasi N, Sehingga lebih terjamin dengan adanya produktivitas untuk belajar secara online menggunakan kecanggihan teknologi (IPTEK).
Ayo, Generasi Milenial Indonesia…!!! Kobarkan Semangatmu. Kalimat ini memiliki korelasi pada situasi saat ini untuk kita mendukung dan memberikan inspirasi bagi setiap orang yang pada saat ini menempuh pendidikan yang lebih baik lagi. Kedatangan pandemi Covid-19, bukanlah suatu alasan untuk melunturkan nilai produktivitas dan efektivitas kita untuk tetap belajar menempuh pendidikan sebagaimana yang sering kita lakukan di saat proses belajar di sekolah/perkuliahan. Kita dapat melakukan segala aktivitas maupun kegiatan dengan meningkatkan kualitas akan pengetahuan kita ditengah masa pandemi ini.

Mengingat banyaknya keluhan atau beban pelajar/mahasiswa terhadap biaya pengeluaran kuota internet untuk menempuh pendidikan secara daring dimasa pendemi ini. maka dari itu, adanya kebijakan dari Kemendikbud yang telah merealisasikan bantuan dari segi kuota internet untuk meringankan beban dari pelajar/mahasiswa. Hal inilah, membuat kita lebih memanfaatkan bantuan kuota internet dengan menambah relasi dan wawasan belajar secara daring diluar lingkup antara pelajar dan pengajar.

Adanya Pemberian kuota internet bagi mahasiswa sangatlah bermanfaat dan berguna untuk mendorong semangat dan tingginya kemauan untuk giat menggali ilmu. Secara khusus, dimasa pandemi ini, pelajar/mahasiswa berkesempatan menguasai potensi dalam pendidikan terutama bahasa inggris. Banyak kalangan mahasiswa yang berminat untuk menambah wawasan berbahasa inggris tetapi, dilihat dari sisi lain adanya faktor-faktor yang membelakangkan pentingnya untuk belajar berbahasa inggris di era zaman modern sekarang.

Pertama, karena kesenjangan sosial perekonomian yang kurang mendukung, sehingga terhambat keingitahuan dalam bidang memperoleh pendidikan bahasa inggris yang lebih berkualitas.

Kedua, notabenenya banyak kalangan pelajar/mahasiswa, tidak memiliki rasa percaya diri “minder” yang kuat untuk mempraktikkan maupun mengungkapkan secara langsung, disebabkan oleh keterbatasan wawasan pada topik yang akan diutarakan. seakan-akan, hal yang akan diutarakan kurang baik atau salah, baik dalam pengucapan maupun susunan kalimat.

Padahal, bahasa Inggris sudah diperkenalkan sejak duduk dibangku TK hingga di perkuliahan. Ironisnya saat ini, untuk mendapat lowongan pekerjaan dibutuhkan adanya soft skill dalam bahasa inggris, artinya wajib mengikuti berbagai seleksi/ujian dan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris.

Ketiga, kurangnya waktu untuk membiasakan capability berkomunikasi dalam bahasa inggris dikarenakan kesibukan yang tak bisa dihindari di perkuliahan serta adanya tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa demi memenuhi nilai yang telah ditentukan.

Oleh sebab itu waktu yang dipergunakan hanya untuk mempelajari materi atau topik yang diberikan di perkuliahan dengan mengeyampingkan pentingnya dalam bahasa inggris. Padahal kita ketahui, pada akhir semester setiap universitas mewajibkan mahasiswa untuk lulus ujian TOEFl/IELTS, sebagai salah satu kriteria dalam wisuda.
Dengan ketiga sampel tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk tidak produktif dan tetap pada zona aman. Yang akan menurunkan rasa kemauan dan minat, dengan tidak memiliki rasa tertantang dan akan ketinggalan oleh kemajuan perkembangan zaman.
Sehubungan dengan itu, di masa pandemi inilah, kita justru mempergunakan waktu yang ada, dengan intruksi belajar dirumah. Artinya kita lebih banyak memiliki waktu luang, akan hausnya berbagai bidang ilmu pengetahuan terlebih dalam penguasaan bahasa inggris saat ini. Pandemi bukan menjadi dilema kita untuk tetap kreatif dalam berkarya dan inovatif untuk mencari ilmu. Bahkan dengan keadaan saat ini, menjadikan itu bahan acuan dan pedoman kita untuk tetap mengkobarkan rasa semangat dan produktivitas kita. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menambah minat dan semangat untuk menimba ilmu, khususnya bahasa inggris. Dengan maksud bahwa, melakukan tindakan ataupun kegiatan yang cenderung untuk mengasah dan melatih kemampuan dimasa pandemi saat ini.

Membuat rancangan maupun statement dimasa pandemi Covid-19 ini, justru akan melahirkan generasi-generasi yang lebih produktif dan efektif untuk meluncurkan ide-ide yang didukung oleh kemajuan dari teknologi (IPTEK). Oleh sebab itu perlu adanya langkah-langkah yang dilakukan untuk menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan berkomunikasi dengan lancar di masa pandemi Corona covid-19 saat ini.

Pemanfaatan kuota internet yang telah direalisasikan oleh Kemedikbud untuk mendorong dan menjadi tumpuan bagi kita pelajar/mahasiswa agar lebih mengakses berbagai informasi dengan melakukan kegiatan diskusi sebagai metode yang tepat saat ini :
1. Kegiatan Diskusi Aplikasi Via Group (WA)
Untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kita dimasa pandemi ini. Kita dapat mengadakan diskusi online melalui via group, dengan memberikan topik bahasan dan cara cara lainnya, seperti: voice note, mengerjakan latihan, maupun video dalam bahasa inggris.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan niat dan semangat mahasiswa akan pentingnya arti bahas inggris. Dalam aplikasi via group WA secara internal (privat). Kegiatan diskusi ini, membangun semangat dan meningkatkan kepercayan diri kita. Serta meningkatkan keefektivitasan belajar di masa pandemi Covid-19.

2. Kegiatan Diskusi Melalui Aplikasi Via Zoom, Google Meet (Aplikasi Lain Sejenis).
Mengadakan Diskusi online secara terbatas (privat) guna sebagai salah satu solusi untuk tetap mengasah kemampuan dan memperdalam wawasan, khususnya dibidang bahasa inggris. Dengan kegiatan ini pelajar/mahasiswa lebih memanfaatkan pemberian kuota internet dari Kemendikbud. Kita sebagai Pelajar/mahasiswa akan tertarik untuk mempraktikkan serta membiasakan berkomunikasi antara mahasiswa satu dengan yang lainnya.
Dengan adanya diskusi online yang berbicara menggunakan bahasa inggris dapat melatih tingkat kepercayaan diri pelajar/mahasiswa tersebut. “saya merasa sangat terbantu dan menjadi percaya diri dengan adanya diskusi online ini, secara khusus dalam mempraktikan untuk berbicara bahasa inggris dengan teman Kita juga bisa mengajak pelajar/mahasiswa yang berada disekitar lingkungan untuk lebih produktif lagi, melakukan kegiatan diskusi bahasa inggris tatap muka (social distancing), yang mengikuti anjuran dari protokol kesehatan. Artinya kita tetap menjaga jarak dan mencuci tangan. Didalam kegiatan diskusi tatap muka secara langsung, kita dapat mempraktikkan bahasa inggris terhadap teman-teman lainnya. Diskusi tatap muka ini, adalah hal yang sangat urgen untuk menumbuhkan rasa semangat dan niat mahasiswa yang dapat memberikan gagasan maupun ide-ide yang membangun capability bahasa inggris.
Masa pandemi Covid-19, memang telah mengubah sendi kehidupan dunia, baik dari segi pendidikan maupun perekonomian di setiap negara. Memberikan rasa kekhawatiran dan kecemasan di masyarakat. Namun virus ini, tidak mematahkan semangat dan tujuan kita sebagai generasi emas milenial untuk lebih produktif dan kreatif lagi. Dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kita, terlebih menguasai bahasa inggris yang dipakai di seluruh dunia.

Pola pikir generasi milenial untuk lebih memanfaatkan dan mempergunakan kuota internet telah direalisasikan oleh pemerintah dengan baik, kita dapat menghasilkan terobosan baru untuk memajukan nama bangsa Indonesia serta mampu bersaing dengan pesatnya perkembangan zaman di berbagai negara.
Kita sebagai pelajar/mahasiswa sungguh mengucapkan terimakasih terhadap pemerintah, yang memberikan bantuan kuota internet gratis. Dengan adanya bantuan ini, lebih membantu dan mendorong kita sebagai pelajar/mahasiswa tetap giat dan aktif dalam mengkobarkan semangat demi menempuh, pendidikan agar melahirkan generasi-generasi emas yang dapat memajukan dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia. “Your biggets weakness is when you give up and your greates power is when you try one more time”

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *