Oleh : Fahry Krisna Alchantara

Lidinews.id – Baru saja terjadi penembakan di mabes polri pada Rabu (30/3/2021) kemarin yang lalu merupakan seorang wanita berumur 25 tahun yang mengunakan pakaian tertutup layaknya muslimah.

Menjadi pertanyaan besar mengapa pelaku bom bunuh diri, penembakan, dan segala bentuk teror yang dilakukan oleh oknum atau sekelompok organisasi yang berideologi radikal atau sesat dan cenderung pelaku berpakaian islami contohnya mengunakan baju kokoh, bersorban dan berhijab (Cadar) bagi wanita.

Jihad adalah dalih yang klise untuk menjadi landasan pelaku melakukan tindakan yang melawan hukum, yang dimana pelakunya di doktrin mati syahid agar masuk surga dan kelak dapat menyelamatkan keluarganya dari siksa neraka karena telah berkorban demi menegakan ajaran yang dipercayainya.

Islam secara bahasa yang berarti damai, keamanan, kenyamanan, dan perlindungan. Sedangkan secara agama, Islam adalah manifestasi dari damai.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, Seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.

Dari hadits di atas menunjukkan bahwa Islam sebagai agama secara normatif memastikan terwujudnya kedamaian dan keselamatan seluruh umat manusia, dan orang muslim tidak lain adalah mereka yang mewujudkan nilai-nilai luhur Islam tersebut.

Maka dari itu, terorisme tidaklah mungkin terlahir dari agama, melainkan ia terlahir dari akal yang tidak sehat, hati yang angkuh serta jiwa yang sombong.

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *