(Foto: Istimewa/Mazyons. Lidinews.id)

Sumut, Karo, Lidinews.id – Selasa, 9 Februari 2021. Sinabung mengeluarkan guguran lava pada Senin, pukul 22.05 WIB, kemarin.

Ikhsan Ginting, salah seorang masyarakat yang tinggal di 8,5 km Timur Laut dari Gunung Sinabung membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, memang sering ada guguran lava,” kata Ikhsan.

Senada dengan Armen selaku pengamat Gunung Api di Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kabupaten Karo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan relokasi.

“Ya, Untuk mitigasi Sinabung kita sudah lakukan berupa relokasi dan sosialisasi ke masyarakat sekitar Sinabung dan juga berkoordinasi sesama Forkopimda Karo,” Kata Armen.

Berdasarkan informasi dari MAGMA Indonesia (Multiflatform Aplication for Geohazard Mitigation and Assessment In Indonesia), erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 3 menit 21 detik, laporan per 6 jam, tertanggal 9/2/2021 pukul 00-06 WIB.

Pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II, serta asap kawah tidak teramati dan tingkat aktivitas Gunung Sinabung saat ini berada pada level III (siaga) dan direkomendasi agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktifitas pada desa-desa yang direlokasi.

Diantaranya, radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor Timur-Utara.

Selanjutnya, jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Terakhir, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

 

Kontributor: Paska Marbun

Share to