Deklarasi Satgas Pemantau Pilkada Tapsel 2020

Tapanuli Selatan, Lidinews.idIkatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (BEM UMTS) Bentuk Tim Pemantau Pikada Tapanuli Selatan untuk menjalankan pengawasan demi terselenggaranya pilkada bersih, damai dan terhindar dari kecurangan, Senin, 7/12/2020

Pilkada Tapsel yang akan di selenggarakan pada 9/12 kini telah memasuki tahapan masa tenang, untuk itu 3 Organisasi Mahasiswa Nasional dan 1 BEM yang terdiri dari gabungan Kader Mahasiswa Jurusan Hukum, ilmu sosial dan politik membentuk Tim Pemantau pilkada yang akan turun langsung kelapangan serta melibatkan masyarakat untuk memastikan pilkada Tapanuli Selatan tahun 2020 berjalan dengan aman (bebas dari kecurangan).

Tim pemantau pilkada tapsel dibentuk sebagai respon dari hasil konsolidasi dan kajian IMM, GMNI, KAMMI dan BEM UMTS melihat kondisi pilkada tapanuli selatan yang rentan akan terjadi kecurangan, untuk itu Tim Pemantau Pilkada turut ikut mengawasi berjalannya pilkada tapanuli selatan dan juga telah membuka Posko tempat pengaduan Masyarakat.

Ketua Hikmah PC IMM Tapanuli Selatan Ahmad yani Mengajak masyarakat untuk memerangi pelaku kecurangan khususnya pelaku politik uang.

“Kami menganggap pelaku kecurangan dalam proses pilkada khususnya money politik adalah prilaku tidak terpuji, selain melanggar nilai-nilai demokrasi, money politik terkesan menghina masyarakat, sebab momentum pilkada adalah momentum rakyat untuk berpesta dalam menentukan pemimpin, rakyat harus ditempatkan pada tempat yang bermartabat,” pungkasnya.

Ahmad Yani yang juga mahasiswa Ilmu sosial dan politik mengajak seluruh Mahasiswa dan elemen masyarakat untuk ikut andil dalam mengawasi keberlangsungan pilkada yang bersih di Tapanuli Selatan.

“Mari kita kawal dan awasi keberlangsungan pilkada tapsel yang bersih, Ayo kita gunakan gadget kita untuk merekam, poto setiap momen yang mencurigakan sampai Selesai penghitungan suara di TPS kelurahan dan desa,” ajaknya.

“Kami juga meminta kepada bapak kapolres Tapsel dan Bawaslu untuk memperketat pengawasan, terutama kepada kepala daerah, yang di hawatirkan terjadi penyalahgunaan wewenang dalam momentum pilkada ini,” pungkas yani.

Sementara Ketua Umum DPC GMNI Tapanuli Selatan Bung Haikal mengatakan Pilkada bersih menjadi penting bagi kewarasan kolektif guna mencapai Demokrasi yang sehat, maka dari itu tim Pemantau Pilkada tapsel hadir dan bersinergitas untuk mewujudkan hal tersebut, dan sebagai upaya implementasi Undang-undang nomor 10 tahun 2016.

“Kesadaran masyarakat sangatlah diharapkan untuk terciptanya pemimpin yang mampu mengemban amanat penderitaan rakyat kedepannya, artinya bukan memilih karena ada feedbacknya (serangan fajar), melainkan untuk terciptanya pilkada bersih dari kecurangan, pelanggaran, dan menjungjung tinggi prinsip etis pemilu jujur dan adil,” harapnya.

Selanjutnya Ketum PD KAMMI Tapsel Idriswan Siregar menjelaskan menjadi seorang pemimpin adalah tugas yang sangat mulia, yang dimana jika pemimpin itu dipilih oleh masyarakat asli tanpa rekayasa yang diadakan oleh para penguasa yang di tanah Tapsel ini sudah marak sekali yang namanya money politik (calon kepala daerah membeli jabatan dengan uang), money politik yang sudah dianggap lumrah oleh Masyarakat luas yang dilakukan calon calon kepala daerah adalah sebuah pembodohan yang dibudidayakan terhadap rakyat.

Idriswan mengajak semua pihak agar ikut membantu dalam menghentikan money politik.

“Ayo lawan money politik karena sesungguhnya calon kepala daerah yang mencoba untuk membeli suara rakyat itu sudah memiliki tujuan tertentu untuk mencekik masyarakat, dalam pikiran masyarakat mungkin hanya uang yang diberikan lah yang di dapat mereka, setelah ia duduk maka ia akan lupa terhadap Masyarakat, berhenti berpikir seperti hal demikian, semakin banyak calon kepala daerah mengeluarkan uang untuk mendapatkan sebuah kekuasaan, maka semakin besar harapan untuk ia ambil setelah terpilih nanti, jika kita tidak menerima nya, maka ia tidak berpikir untuk mencari bagaimana cara untuk mengembalikan uang nya,” jelasnya.

“Stop money politik jadilah pemilih yang cerdas, terlalu murah suara jika dibayar dengan rupiah, rakyat butuh kesejahteraan bukan membutuhkan uang yang jumlahnya tidak seberapa,” tambahnya.

Selain itu idriswan menghimbau  kepada masyarakat Tapanuli Selatan agar tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah setempat daya guna untuk memutuskan penyebaran Covid-19.

“Politik yang kita harapkan adalah politik yg bersih dan mendidik, kita tidak ingin demokrasi kita terkotori dengan praktek-praktek money politik, sebab Money politik dapat merusak sistem demokrasi, ini menyebabkan demokrasi yang sakit, demokrasi yang harusnya “bebas” menjadi tidak bebas hanya karena pembelian hak suara” pungkas Sekjen BEM UMTS Rony Yacub Azhari.

“Ini yang menyebabkan kekuasaan sudah bukan di tangan rakyat melainkan di tangan uang, sehingga kedaulatan bukan untuk rakyat melainkan untuk pemilik uang,” tambahnya.

Roni berharap masyarakat Tapanuli Selatan bisa menjadi pemilih yang cerdas, pemilih yg anti akan praktek money politik, kita harus bisa menjadi pelopor pilkada bersih demi lahirnya pemimpin yg betul betul pro terhadap rakyat tapsel, bukan pemimpin yg haus kekuasaan demi kepentingan.

“Oleh karna itu menurut kami, kita perlu membentuk Tim pemantau pilkada untuk membantu peran penyelengara dalam menjamin jalannya pilkada bersih, jujur, sehat dan damai, dan juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengantisipasi segala bentuk kemungkinan kecurangan yg terjadi pada pilkada tahun ini,” tutupnya.

Share to
One thought on “IMM, GMNI, KAMMI dan BEM UMTS Bentuk Tim Pemantau Pilkada Tapsel”

Comments are closed.