Lombok Tengah, Lidinews.IdDalam rangka mengenalkan dongeng sejak dini Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama  (PKIPPNU) dan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PKIPPNU) Pondok Pesantren NU Darul Atqia bekerjasama dengan KASI Foundation menggelar acara Dongeng Islami dan penyerahan bantuan 13 tas sekolah kepada santri-santriwati dan anak Yatim Piatu, Jum’at (02/04/2021) di Aula PonPes NU Darul Atqia.

Acara tersebut diikuti 50 santri-santriwati. Hadir sebagai pendongeng yaitu Kak Yuyun Setiawati, S.Pd.Gr Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Praya Barat Daya yang juga pendiri TBM Girang Bace selain itu juga turut hadir 2 pendongeng cilik yakni Thalita Aulia dan Kholisna Wardah siswi SDIT Anak Sholeh Praya, hadir pula Hamdan Baharudin Kepala SMKN 1 Pringgarata yang juga Sekjen Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kab. Lombok Tengah.

“Kita ingin para santri nyaman dan tidak suntuk dimasa pandemi ini. Maka dari itu kita buat acara Dongeng Islami. Selama ini para santri-santriwati tidak bebas bermain karena ada Covid-19. Lebih banyak di rumah selain itu kegiatan ini untuk mengenalkan kembali sejak dini budaya dongeng yang sekarang sudah mulai hilang akibat adanya kemajuan teknologi berupa HP dan Televisi,” Ujar Wandi Rizkian Ketua PC IPNU PonPes NU Darul Atqia.

Sementara itu TGH. Supardi Ramli S.Pd.I., M.H Pengasuh PonPes NU Darul Atqia dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini dapat memberikan hiburan yang bernilai pendidikan bagi para santri-santriwati. Selain itu, dongeng berguna untuk membangunkan daya imajinasi mereka.

“Harapannya acara ini dapat memberikan hiburan dan pendidikan bagi santri-santriwati ditengah kejenuhan pembelajaran jarak jauh/Daring disekolah, juga dapat mengobati rasa kangen dengan pembelajaran tatap muka,” Tambahnya.

Dalam kegiatan ini para pemateri mengambil cerita dongeng masyarakat Suku Sasak yang intinya kita sebagai manusia tidak boleh serakah. Cerita tersebut diceritakan secara akrab dan menarik, antusiasme para santri-santriwati tampak pada keceriaan, tertawa mereka dalam menyimak isi cerita tersebut.

Sementara itu, Yuyun Setiawati, S.Pd.Gr yang hadir sebagai pendongeng mengatakan acara dongeng adalah tradisi turun menurun dari para leluhur bangsa Indonesia. Sejak dulu, para orang tua, terutama ibu sering sekali mendongengkan anak-anaknya sebelum tidur.

“Dongeng merupakan budaya nusantara yang harus kita lestarikan, ia berharap ke depan kegiatan dongeng seperti ini terus digalakkan disela-sela waktu libur para santri-santriwati dalam menuntut ilmu agama di PonPes ini” Harapnya.

Lebih lanjut Yuyun mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan berkesan sekali, mulai acara pembukaan yang dimulai dari Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan (Cinta Tanah Air), Pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dari Ketua PK IPNU, Pengasuh PonPes NU Darul Atqia dan doa bersama.

Acara Dongeng Islami tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, diawal acara panitia membagikan masker dan memberikan Hand Sanitizer kepada masing-masing santri-santriwati.

Diakhir acara kegiatan ini ditutup dengan pembagian 13 tas sekolah bantuan dari KASI Foundation untuk santri-santriwati dan anak Yatim Piatu di LKSA Darul Atqia yang secara seremonial diberikan perwakilan KASI Foundation yakni Yopi Aris Widiyanto, M.Pd (Ar).

 

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *