Lidinews.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli yang pada beberapa waktu yang lalu berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. M. Thomson Nias adalah satu-satunya Rumah Sakit di yang paling besar, megah dan komplit di Kepulauan Nias.

Sejak perubahan nama tersebut, tentu tidak salah kalau masyarakat Kepulauan Nias yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kota menaruh harapan besar untuk rumah sakit ini akan perubahan pelayanan yang lebih baik dan lebih maksimal mengingat citra pelayanan di rumah sakit ini sebelumnya tergolong buruk terkait beberapa sejak adanya virus Corona mulai nampak pekerjaan pelanyan yang di harapkan jadi garda terdepan namun membuat hati menangis. Di duga sewenang-wenang vonis Positif Corona oleh tim medis di dalamnya walau jelas-jelas tidak memberikan penjelasan ataupun diagnosa penyakit seseorang. Di. Tambah lagi beberapa kali aksi turun jalan yang dilakukan oleh GMNI Cabang Gunungsitoli-Nias untuk menyuarakan pembodohan ini sehingga masyarakat tidak dianggap rendah apalagi dijadikan alat bisnis keserakahan para pejabat yang berwenang. Namun apa jadinya kalau tuntutan tersebut ditanggapi dingin oleh pihak rumah sakit dan juga Pemkab Nias selaku pemerintah daerah yang punya kekuasaan atas pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. M. Thomson Nias.

Tentu Masih segar diingatan kita tentang beberapa kasus pasien yang viral di medsos dan juga beberapa kali aksi turun jalan yang dilakukan oleh GMNI Cabang Gunungsitoli-Nias, namun tidak begitu lama setelah aksi itu dan juga setelah ada perubahan nama rumah sakit, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. M. Thomson Nias kembali melukai hati masyarakat.

Seperti kejadian kemarin pagi (Sabtu / 13 Februari 2021) pada pukul 10:15 wib, salah seorang warga dari Nias Selatan membawa Ibu nya yang lagi sakit untuk berobat di RSUD DR. M. Thomson Nias, namun dia mendapat perlakuan yang tidak sesuai harapan, Ibu nya yang lagi sakit dan butuh pertolongan ditolak dirawat di RSUD DR. M. Thomson Nias oleh Perawat dan juga Dr. Yamo Zega. Yang lebih mirisnya lagi penolakan ini tidak diberikan penjelasan. Sesuai dengan surat pernyataan yang telah di sampaikan.

Kejadiaan ini tentunya sangat melukai bagi masyarakat mengingat fungsi Rumah Sakit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 44 Tahun 2009, Rumah Sakit berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan pengobatan, pemulihan kesehatan, pelayanan medis, pelayanan asuhan medis dan lain-lain. Berdasarkan kejadian ini dan Rumah Sakit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 jelas tidaklah sesuai harapan.

Hal ini tentunya semakin menyesakan, oleh karena kejadian ini GMNI Cabang Gunungsitoli-Nias sangat menyesali kejadian ini dan meminta pihak RSUD DR. M. Thomson Nias segera bertanggungjawab. Dalam waktu dekat ini DPC GMNI Gunungsitoli-Nias akan menyurati pihak Rumah Sakit untuk tidak semakin merajalela perlakuan-perlakuan yang begitu menyedihkan ini di dalam RSUD DR. M. Thomson Nias sehingga tidak semakin melukai masyarakat Kepulauan Nias.

GMNI Cabang Gunungsitoli-Nias dalam hal ini sebagai Organisasi Agent Of Change dan Agent Of Social Control tidak akan diam sampai hal hal ini benar-benar tuntas sampai ke akar-akarnya. Kita berharap ada bentuk rasa tanggungjawab dari pihak RSUD DR. M. Thomson Nias dalam waktu dekat, jika tidak maka mungkin mereka mau melihat bagaimana gelombang amarah lautan manusia. Tutur Joko Puryanto Mendrofa (Ketua GMNI Cabang Gunungsitoli-Nias).

 

Reporter: Paulus PG

Share to