NTT, Sikka, Lidinews.idGerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan organsiasi perjuangan dan organisasi kader yang berasakan Marhaenisme ajaran Soekarno. Sebagai organisasi perjuangan, GMNI pada eksistensinya menjadi garda terdepan berjuang untuk kepentingan kaum marhaen. Sedangkan sebagai organisasi kader, GMNI dituntut untuk terus melahirkan kader –kader yang berwatak progresif revolusioner.

Kader GMNI adalah kader tangguh dan berkualitas, berwatak Sukarnois, dan berjiwa nasionalis yang siap untuk memenangkan Zaman. GMNI dengan ribuan kader yang tersebar diseluruh pelosok negri selalu berpegang teguh pada moto gerakan Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang dan dituntuntut keberpihakannya kepada masyarakat untuk selalu setia mengejawantakan nilai atau ajaran – ajaran bung karno yaitu marhaenisme.

GMNI berdiri sejak 23 maret 1954sampai hari ini 23 maret 2021 GMNI sudah masuk pada usia yang ke-67 tahun. Pada momentum ulang tahun yang ke-67 ini secara Nasional GMNI mengambil tema “Trisakti Bung Karno Sebagai Jalan Mewujudkan Cita – Cita Proklamasi 1945”. Isi Trisakti Bung Karno dalam pembangunan kemanusiaan adalah berdaulat dalam Politik, berdikari di Bidang Ekonomi, dan berkepribadian dalam Bidang Kebudayaan.

Untuk mengejawantakan konsep besar Bung Karno tersebut sebagai anak ideologis Bung Karno harus berperan lebih ekstra dalam keberpihakannya kepada masyarakat agar semua yang dicita – citakan bung karno bisa terwujud. Oleh kerenanya bertepatan dengan momentum diesnatalis GMNI dan sesuai dengan tema besar Dies Natalis maka khususnya GMNI Cabang Sikka melaksanakan kegiatan yaitu pengabdian kepada masyarakat sekaligus menentukan desa dampingan GMNI. Kegiatan tersebut berlangsung di DesaIlin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dari 22 Maret – 23 Maret 2021 dengan empat skema kegiatan yaitu sosialisai sadar wisata dari dinas pariwisata kabupaten Sikka, sosialisasi Pertanian dari dinas Pertanian kabupaten Sikka, penanaman pohon (Anakan) dan dilanjutkan dengan ceremonial Dies Natalis GMNI bersama masyarakat desa Ilin Medo. Untuk penanaman GMNI Cabang Sikka mengadakan 650 pohon (Anakan) terdiri dari 500 anakan Kakao,100 anakan Mahoni, dan 50 Anakan Durian.

GMNI menjalankan kegiatan tersebut di desa Ilin Medo kerena melihat bahwa dengan dibangunnya bendungan Napun Gete, akan memberikan dampak besar bagi masyarakat lebih khusus masyarakat desa Ilin Medo baik dari sektor Pertanian maupun Ekonomi, sebab dalam rancangannya bahwa wilayah areal bendungan Napun Gete akan di kembangkan menjadi obyek wisata. Ada 3 potensi wisata di desa Ilin Medo yang harus menjadi target pengembangan yaitu wisata buatan (Bendungan Napun Gete), wisata alam (Hutan Lindung), dan wisata Budaya.

Dari potensi-potensi wisata yang ada jika di kelola dengan baik maka kedepan desa Ilin Medo akan menjadi sentral wisata di Kabupaten Sikka. Oleh kerena itu dengan potensi yang ada pemerintah harus menyediakan ruang dan melibatkan masyarakat dalam mengelola agar bisa menggerakan usaha-usaha mikro masyarakat. Dari pengembangan wisata yang di rencanakan menurut GMNI tidak hanyak usaha-usaha mikro yang berdampak akan tetapi bisa berdampak terhadap hasil pertanian seperti hasil tanaman Hortikultura. Berlandaskan pada gambaran situasi yang ada maka penting bagi GMNI bahwa masyarakat harus di berikan gambaran atau bekal terlebih dahulu berkaitan dengan sadar wisata.

Kerena GMNI berharap bahwa masyarakat desa Ilin Medo tidak untuk jadi penontor akan tetapi masyarakat desa Ilin Medo sendiri yang harus berperan untuk mengelola potensi-potensi yang ada, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab-jawab kader GMNI mengamalkan nilai-nilai ideologis di tengan kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya berjalan dua hari ini saja akan tetapi kegiatan ini akan berlanjut. bagi masyarakat desa Ilin Medo GMNI berharap agar bisa merwat 650 anakan yang tentunya meberikan manfaat bagi masyarakat di kemudia hari dan GMNI mengagendakan akan selalu kontrol sebanyak 2 kali dalam satu bulan.

GMNI Sikka menyampaikan terimaksih banyak untuk dukungan dari berbagai pihak atas suksenya kegiatan tersebut, lebih khusus kepada pemda Sikka dalam hal ini Bupati Sikka dan Dinas Pertanian kabupaten Sikka atas suport anakan pohon sebnyak 650 anakan dan sudah bersedia hadir memberikan sosialisi, Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Sikka telah bersedia meberikan sosialisasi, dan pemerintah desa Ilin Medo serta masyarakat. GMNI berharap agar mitra kerja ini tetap terjaga demi membangun desa yang mandiri.

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *