Samarinda, Lidinews.id – Melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Samarinda, mengencam keras tindakan Bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu Pagi 28/03/2021.

Bom bunuh diri yg terjadi di makassar sontak membuat panik masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat daerah sekitar kejadian. Kejadian tersebut dianggap tidak manusiawi sehingga jika pemerintah membiarkan kasus ini terus terjadi maka yakin dan percaya bahwa pemerintah sama saja membiarkan lahirnya pola pikir gerakan radikalisme dan separatisme yang akan merujuk pada disintegrasi bangsa dan perpecahan NKRI.

Maka dari itu, melalui Bidang PTKP HMI Cabang Samarinda menganggap bahwa kasus ini termasuk dalam Extra ordinary crime(kejahatan luar biasa) yang artinya harus diungkap fakta – fakta kebenaran dalam kasus ini.

“Pertama, kami ucapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini. Semoga satu per satu fakta dibalik bom bunuh diri ini segera terungkap, agar pemberitaan di masyarakat tidak bias yang akan mengancam stabilitas keamanan.

Kedua, kami mendesak jajaran Kapolda Sulsel untuk segera mengungkap kasus ini dengan cepat untuk menghindari kejadian – kejadian baru akibat dari kesimpang siuran kasus ini, serta segera memberikan rasa aman, damai dan tentram dimasyarakat apabila fakta – fakta dari kasus ini segera ditemukan.

Ketiga, meminta kepada Jenderal Listyo Sigit selaku Kapolri untuk turun tangan atas kejadian ini dan segera melakukan tindakan antisipasi terorisme sehingga kejadian tersebut tidak terjadi lagi.

Keempat, melalui Badan inteligen Negara, densus 88 anti terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme meminta untuk segera mencari informasi terkait aksi bom bunuh diri ini. diharapkan dapat meminimalisir serta mencegah adanya aksi-aksi terorisme lanjutan yang dapat menimbulkan banyak kerugian.

Kelima, menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terbawa kedalam isu – isu yang akan menimbulkan perpecahan serta jangan panik dan tetap tenang dalam situasi saat ini karena ada pihak kepolisian dan pihak lainnya untuk segera mengungkap kejadian ini,” pungkas Akhmad Rifai.

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *