Sumbawa, Lidinews.idBEM IISBUD SAREA mengadakan kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba dengan tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Memerangi Narkoba” Pada Kamis, 1 April 2021 di SUMBAWA TECHNOPARK.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh organisasi kepemudaan dan organisasi intra kampus. Yang dibuka langsung oleh Wakil rektor 3 IISBUD SAREA, Sumitro, S.Pd.,M.Pd. Dia menyampaikan langsung agar sosialisasi ini diikuti serius oleh pemuda dan mahasiswa di kabupaten Sumbawa. Sebabnya, secara universal bahwasanya Narkoba adalah suatu problematika yang cukup serius di kalangan bangsa Indonesia terkhususnya secara regional di wilayah kabupaten Sumbawa.

“Dalam hal ini, perlu kita sadari secara bersama, Indonesia saat ini termasuk darurat Narkoba. Dan perlu kita bergerak melawan secara bersama-sama, tidak hanya BNNK Sumbawa dan kepolisian resor Sumbawa, melainkan pemuda dan mahasiswa harus sebagai instrumen akselerator dalam menciptakan tatanan religius, sosial, budaya yang berkemajuan. Oleh sebabnya, mengapa pemuda dan mahasiswa sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena untuk melanjutkan perjalanan kepemimpinan dan arah Indonesia kedepannya seperti apa,” ungkapnya.

Maka dari itu, pemuda dan mahasiswa bersinergitas dan menuntaskan problematika Narkoba yang sekarang ini sangat merajalela di kalangan pemuda hingga masyarakat umumnya terkhususnya regional kabupaten Sumbawa yang saat ini sangat tinggi tingkat peredarannya.

“Kegiatan sosialisasi Anti narkoba ini diharapkan kedepannya juga bisa mendorong dan memberikan informasi mengenai bahayan Narkoba kepada pemuda dan mahasiswa, terkhususnya edukasi serta sosialisasi penyadaran kepada keluarga, masyarakat serta anak-anak di tanah intan Bulaeng,” jelasnya.

M. Arif Rahman, selaku Presiden Mahasiswa IISBUD SAREA, dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya dalam UU No.35 tahun 2009, telah menegaskan tentang bahaya Narkoba bagi kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai pemuda-pemudi yang akan melanjutkan tonggak kepemimpinan kedepannya, perlu dan patut menyadari akan hal-hal yang menyangkut persoalan masa depan bangsa, baik dari segi religius, moralitas, dan kebudayaan.

“Dengan adanya kegiatan ini, mari kita membangun daerah kita, membangun daerah Sumbawa yang secara visioner mampu dijadikan sebagai daerah yang dapat dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain dalam sisi memerangi Narkoba. Oleh sebab itu, mari kita ciptakan kerangka berpikir yang ideal serta sistematis untuk bagaimana menawarkan solutif-solutif terbaik untuk daerah kita dan bersinergi dengan pemerintah daerah kabupaten Sumbawa bahwasanya kita mampu menciptakan keadaan sosial dan ekonomi yang baik,” kata M.Arif Rahman.

Sosialisasi Anti narkoba ini menghadirkan Narasumber dari BNNK Sumbawa FERY PRIYANTO, S.sos.,MM selaku kepala BNNK Sumbawa dan Kepala Kepolisian Resor kabupaten Sumbawa yang diwakili oleh IPTU MASDIDIN S.H selaku Kasat Resnarkoba Kepolisian Sumbawa. Dia memberikan sosialisasi terkait tentang bahayanya Narkoba bagi pemuda/mahasiswa. Tidak hanya merugikan fisik akan tetapi mengalami gangguan mental serta kejiwaan.

“Kenapa Narkoba Sangat berbaya ?” ucap Fery Priyanto.

Istilah Narkoba ini sangat berkaitan erat dengan senyawa yang memberikan efek kecanduan pada penggunanya. Bahaya narkoba tidak hanya berdampak pada persoalan fisik saja akan tetapi, bisa berakibat pada kehancuran jiwa dan mental pecandu narkoba tersebut dan daya rusak Narkoba sangat serius dibandingkan dengan penyakit-Penyakit sosial lain nya. Karena merupakan instrumen pembunuhan massal (mass killing tools) yang merusak kesehatan diri manusia tentunya pada sektor (Cacat saraf otak permanen) lanjut Kepala BNNK Sumbawa menjelaskan.

Di daerah Sumbawa, secara prespektif teritorial sangat besar luas wilayah nya, bahkan wilayah kabupaten Sumbawa lebih besar dari wilayah kota dan kabupaten Bima dan dengan demikian, terkadang maraknya peredaran Narkoba terjadi karena penyelundupan-penyelundupan secara masif yang bersifat tersembunyi oleh “Oknum-oknum”, lewat pelabuhan-pelabuhan ilegal di kepulauan Sumbawa. Ini mengindikasikan bahwa ada kesengajaan yang dilakukan oleh “Oknum-oknum” tertentu yang secara signifikan ingin menghancurkan regenerasi terkhusus nya di kabupaten Sumbawa itu sendiri.

“BNNK Sumbawa adalah lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan Tindakan secara massif dalam memerangi Narkoba pada regional Sumbawa, maka dari itu teman-teman organisasi kepemudaan dan mahasiswa adalah sebagai agent of control agent perubahan untuk bersama-bersama kedepannya bisa saling berhubungan ( bekerjasama ) dalam menanggulangi Narkoba itu sendiri,” tutur Fery priyanto.

IPTU MASDIDIN S.H, selaku Kasat Resnarkoba Kepolisian Sumbawa memberikan penjelasan yang cukup komprehensif juga terkait dengan “Peran pemuda Dan mahasiswa dalam Memerangi Narkoba”, secara kelembagaan dalam ungkapnya alhamdulillah sejauh ini kabupaten Sumbawa perlahan-lahan ada peningkatan yang cukup baik pada penanggulangan Narkoba, secara spesifik pemuda adalah harta bangsa Indonesia yang harus diperhatikan.

“Dengan keadaan ini masalah Narkoba adalah masalah yang cukup serius untuk itu kita semua tahu bahayanya bagi diri sendiri dan orang disekitar kita. Kabupaten Sumbawa saat ini masuk dalam daftar tinggi penggunaan dan pengedaran narkoba, maka dari itu harapan kami atas nama kelembagaan mari kita bersama-sama bergerak dan memberikan perubahan baik pada kondisi dan keadaan kabupaten Sumbawa. Mahasiswa dan pemuda adalah aktor yang sangat penting untuk menjaga agar kabupaten Sumbawa aman terhadap Narkoba, ” ungkap Kasat Resnarkoba kabupaten Sumbawa.

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *