Sumut, Medan, Lidinews.id – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sumatera Utara (DPD GMNI Sumut) angkat bicara terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak di wilayah Sumut per 1 April 2021 lalu.

Paulus Peringatan Gulo selaku Ketua DPD GMNI Sumut mengatakan, sejatinya pemerintah adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Namun, Pergub Sumatera Utara yang mengakibatkan kenaikan BBM tidak terlihat sebagai kebijakan untuk meringankan beban rakyat.

“Pemerintah harusnya melindungi rakyat, pemerintah harusnya ringankan beban rakyat, dengan kenaikan BBM pemerintah kini menghisap darah rakyat,” kata Paulus, Minggu (4/4/2021).

Paulus Gulo, Pucuk Pimpinan GMNI di Sumatera Utara itu mengaku, pihaknya menolak tegas kenaikan harga BBM nonsubsidi di wilayah Sumatera Utara.

“Sebagaimana GMNI menganut paham Marhaenisme, kenaikan harga BBM nonsubsidi dari 5 persen menjadi 7,5 persen itu akan memberatkan rakyat di masa pemulihan ekonomi ini,” tegas Paulus.

Kontributor: Paska Marbun

Editor: Gunawan

Share to

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *